Cara Menyimpan Video Di Kinemaster

Artikel ini telah direview oleh: M Randy YP

Melakukan editing video apalagi video yang kita sukai pasti sangatlah menyenangkan. Selain banyak aplikasi edit video gratis, hal tersebut juga ditunjang dengan berbagai macam fitur yang ada di dalam aplikasi editing tersebut.

Contohnya pada KineMaster, bisa menambahkan efek-efek, transisi, musik, teks, menggabungkan foto dan video, dan lain sebagainya.

Setelah selesai mengedit, pastinya hasil editing video tersebut akan disimpan. Video yang telah diedit pasti bisa disimpan di galeri atau folder.

Namun tidak sedikit pula yang masih belum tahu cara menyimpan video hasil editing tersebut.

Padahal cara menyimpan video itu sangatlah mudah. Sebelum itu, pastikan file-file baik foto, video, dan musik yang digunakan selama edit video janganlah dihapus terlebih dahulu dari pc atau smartphone.

Bagi yang belum memiliki kinemaster versi pro silahkan cek Download Kinemaster Pro

Karena jika file dihapus, maka hasil editan tidak tersimpan seutuhnya. Nah supaya tidak kebingungan, berikut ini langkah-langkah menyimpan video dari kinemaster.

  1. Pertama, buka kinemaster dan buka projek video yang diedit di kinemaster
  2. Jika video sudah benar-benar selesai diedit, kembalilah ke menu utama dengan mengklik di tempat kosong. Kemudian, klik icon panah keatas di pojok kanan atas
  3. Selanjutnya pilih pengaturan kualitas video sesuai dengan keinginan. Mulai dari resolusi, frame, dan kualitas video. Pada tab resolusi, disamping kanan pilihan FHD 1080p terdapat icon mahkota emas. Hal itu menunjukkan bahwa jika ingin menyimpan video dengan resolusi FHD 1080p, maka harus memiliki KineMaster premium yang berbayar.

Untuk memudahkan dalam pemilihan resolusi video, perlu diketahui tentang FHD, HD dan SD.

  1. FHD atau Full HD mempunyai resolusi yang besar yaitu 1920 x 1080 pixel dan sangat ideal untuk pc dan smartphone dengan layar 5 hingga 5,5 inch. Resolusi video ini memiliki kualitas yang paling baik.
  2. HD atau High Definition memiliki resolusi yang lebih rendah dari FHD yaitu 1280 x 720 pixel dengan rasio layar 16:9
  3. SD atau standard definition memiliki resolusi yang kurang dari 720 pixel, dan umumnya 480 pixel.

Selain resolusi, di sebelah kanan terdapat frame rate, yaitu menunjukkan banyaknya frame yang diputar setiap detiknya. Semakin tinggi frame rate, maka semakin detail pose objek di setiap posisi, sehingga gerakan pada video semakin realistis.

Selanjutnya di bawahnya, terdapat tulisan low dan high yang menunjukkan bitrate. Bitrate adalah kumpulan bit atau unit terkecil dalam video.

Bitrate ini akan mempengaruhi kualitas video dan ukuran file video, selain diatur dari resolusi dan frame rate.

Sehingga pilihan-pilihan resolusi, frame rate, dan bitrate dipilih sesuai dengan kebutuhan. Semakin tinggi resolusi dan frame rate, maka akan semakin tinggi pula minimal atau low bitrate yang dihasilkan.

  1. Nah setelah memilih ukuran kualitas video, klik export dan tunggu hingga proses penyimpanan selesai. Dan video hasil edit akan tersimpan otomatis di folder yang telah ditentukan.

Setelah menyimpan, pastikan untuk memainkan video dengan player untuk melihat hasil edit video apakah sesuai dengan harapannya.

Perlu  diketahui pula jika hasil edit akan menampilkan watermark KineMaster. Bisa saja menghilangkan watermark tersebut, namun harus mempunyai KineMaster premium yang berbayar.

Demikianlah cara untuk menyimpan video hasil edit video di KineMaster yang ternyata sangat mudah dan pasti hanya membutuhkan beberapa klik dengan waktu yang singkat. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Anda bisa mengikuti Cara Install Kinemaster Di PC jika ingin ngedit video di PC tapi pakai kinemaster.